Nasi Opor Sunggingan Kudus
Makanan

Nasi Opor Sunggingan Kudus: Kuliner Legendaris dengan Opor Panggang yang Bikin Nagih

Kalau ngomongin kuliner khas Kudus, kebanyakan orang mungkin langsung kepikiran Soto Kudus atau Lentog Tanjung. Padahal ada satu menu yang nggak kalah menarik buat diburu, yaitu Nasi Opor Sunggingan.

Tempat makan ini berada di Jl. Niti Semito No.9, Plosokrajan, Ploso, Kec. Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah 59348, Indonesia. Lokasinya juga dikenal dengan nama Opor Panggang Sunggingan.

Yang bikin nasi opor satu ini menarik bukan cuma kuah santannya. Ayamnya punya proses penyajian yang agak beda dari opor rumahan pada umumnya. Ayam yang sudah dimasak kemudian dipanggang sehingga bagian luarnya punya aroma dan karakter rasa tersendiri.

Kalau lagi jalan-jalan ke Kudus dan pengen nyobain makanan daerah yang punya karakter kuat, tempat ini wajib banget masuk radar.

Nasi Opor yang Beda dari Opor Biasanya

Begitu seporsi Nasi Opor Sunggingan Kudus datang ke meja, tampilannya sebenarnya nggak neko-neko.

Ada nasi putih, potongan ayam, tahu, dan kuah opor. Tapi justru kesederhanaan itu yang bikin menarik.

Ayamnya bukan sekadar direbus di dalam kuah santan. Setelah dimasak, ayam dipanggang sampai bagian luarnya sedikit kecokelatan. Cara ini bikin aroma ayamnya lebih keluar dan punya sensasi berbeda dibanding opor biasa. Bahkan ayamnya secara tradisional dikenal dipotong kecil menggunakan gunting.

Kuahnya juga bukan tipe opor super kental yang bikin cepat enek.

Karakter rasanya cenderung gurih, ringan, dan nggak terlalu manis, lalu diseimbangkan dengan tahu yang punya rasa lebih manis. Kombinasi gurih dan manis ini yang bikin tiap suapan berasa pas.

Buat yang suka pedas, tinggal tambahin cabai. Gurih santan ketemu pedas cabai itu bahaya sih, tahu-tahu nasi sudah hilang dari piring. 🌶️

Ada Cara Makan Tradisional yang Unik

Salah satu hal paling memorable dari Nasi Opor Sunggingan adalah cara makannya.

Di sini dikenal penggunaan suru, yaitu semacam sendok sederhana yang dibuat dari lipatan daun pisang. Tradisi makan menggunakan daun pisang ini juga beberapa kali disebut oleh pengunjung sebagai salah satu pengalaman unik ketika menikmati Opor Sunggingan.

Kelihatannya simpel, tapi justru detail beginian yang bikin pengalaman makan makanan khas daerah jadi lebih seru.

Bukan cuma datang, makan, bayar, pulang.

Ada sedikit rasa tradisional Kudus yang ikut dibawa dalam penyajiannya.

Ayam Panggangnya Jadi Bintang Utama

Menurut gw, bagian yang paling menarik jelas ayamnya.

Kalau opor biasa identik dengan ayam yang lembut dan basah oleh kuah santan, versi Sunggingan punya tambahan karakter dari proses pemanggangan.

Ada rasa gurih dari bumbu opor, aroma ayam panggang, lalu ketemu kuah santan yang lebih ringan.

Potongan ayamnya juga relatif kecil sehingga gampang dimakan bareng nasi, tahu, dan kuah dalam satu suapan.

Bahkan ada istilah “kuah banjir” buat pengunjung yang pengen kuah opornya lebih banyak.

Kalau tim nasi harus basah kuyup kuah, opsi begini jelas menggoda. 😆

Jangan Remehin Tahunya

Ayam memang pemeran utama, tetapi tahunya bukan figuran lewat doang.

Rasa tahu yang lebih manis justru jadi penyeimbang kuah opor yang gurih.

Jadi waktu dimakan barengan, rasanya nggak monoton.

Nasi hangat + ayam panggang + kuah opor + tahu manis + cabai?

Kombo sederhana, tetapi susah buat berhenti nyendok.

Beberapa sumber dan ulasan pengunjung juga menggambarkan perpaduan opor gurih dengan tahu bercita rasa manis sebagai salah satu karakter khas hidangan ini.

Porsinya Nggak Terlalu Besar

Nah, ini perlu diketahui sebelum datang.

Porsi Nasi Opor Sunggingan dikenal relatif tidak terlalu besar. Sejumlah pengunjung bahkan menyebut satu porsi kadang terasa belum cukup kalau datang dalam keadaan lapar berat.

Tapi buat sarapan atau orang yang makannya nggak terlalu banyak, porsinya justru terasa pas.

Kalau perut lagi mode “belum makan dari zaman Majapahit”, ya siap-siap nambah. 😂

Suasana Warung yang Sederhana

Jangan datang dengan ekspektasi restoran mewah lengkap dengan interior ala fine dining.

Daya tarik Nasi Opor Sunggingan justru ada pada nuansa tempat makannya yang sederhana dan tradisional.

Tempat begini punya sensasi sendiri.

Lo datang bukan buat foto chandelier atau kursi beludru, tapi buat menikmati makanan khas Kudus langsung dari tempat yang sudah dikenal banyak pencinta kuliner.

Buat gw, suasana warung sederhana malah nyambung banget sama makanan yang disajikan.

Lebih terasa lokalnya.

Cocok Buat Sarapan Saat Lagi di Kudus

Nasi Opor Sunggingan cocok banget dijadikan menu sarapan.

Kuahnya gurih tetapi tidak terasa terlalu berat, sementara porsinya relatif bersahabat buat mengawali hari. Beberapa ulasan pengunjung juga menjadikan tempat ini sebagai rekomendasi sarapan ketika berkunjung ke Kudus.

Apalagi kalau setelahnya masih mau keliling Kudus cari makanan lain.

Perut masih punya “slot kosong” buat lanjut wisata kuliner. 😎

Kenapa Nasi Opor Sunggingan Layak Dicoba?

Kalau gw rangkum, ada beberapa alasan kenapa tempat ini menarik:

  1. Punya karakter berbeda dari opor biasa karena ayamnya dipanggang.
  2. Kuahnya relatif ringan dan gurih, jadi nggak terlalu bikin enek.
  3. Ada tahu bercita rasa manis yang bikin rasanya lebih seimbang.
  4. Punya tradisi makan unik menggunakan suru dari daun pisang.
  5. Cocok buat yang lagi berburu kuliner khas Kudus selain menu yang sudah mainstream.

Sederhana, tapi punya identitas.

Dan justru makanan daerah model begini yang biasanya paling asik dicari ketika lagi traveling.

Top 5 Review Google by DELTA88

⭐⭐⭐⭐⭐ – Marianti T.
“opor legend di Kudus, nasi , ayam suir (bisa pilih mau bagian dada atau paha), tahu dan disiram kuah opor..
Kalau mau banyak kuahnya minta banjir bilangnya.
Jangan lupa bestnya adalah cekernya.. jadi mesti coba cekernya.”

⭐⭐⭐⭐⭐ – Bunda L.
“De best in town. Meskipun cuma nasi opor tapi opor disini beda. Buat warlok pasti udah tau kode dan pasword legend disini. Kalau aku suka pesenya yg single, gosong dan banjir. 🥰🥰😍😍😍”

⭐⭐⭐⭐⭐ – Adri M.
“kesini karena reviewnya nex carlos, paten lah kalau udah dicobain nex. porsinya emang dikit, tp justru pas kalau buat saya, rasanya enak, suwiran ayamnya enak. agak repot cari parkir aja kalau bawa mobil karena lokasi dipinggir jalan. ibu ibu yg ngelayani juga ramah dan baik.”

⭐⭐⭐⭐☆ – Wahyu S.
“Akhirnya kesampaian makan di satu tempat makan legendaris Kota Kudus.
Rasa opornya ok, oseng tahunya yg nambah rasa manis makanan.
Yang unik, sendok makan pakai daun pisang.
Overall lumayan, cukup ramai yang datang pagi itu meskipun hari biasa dan parkir sedikit susah (parkir pinggir jalan).”

⭐⭐⭐⭐⭐ – Vaya C.
“akhirnya dpt kesempatan nyicip opor legend ini, karena biasanya kalo ke kudus pas bulan puasa. enak bgt bgt kuahnya gurih di kombinasi sm ayam panggang yg asin gurih plus nasi pulen wangi daun pisang dan di balance pake sayur tahu yg manis. haduu enak bgt bgt. kalo lg makan di kudus jgn lupa cobain rambak nya (kerupuk kulit) karena rasanya beda dr yg lain.”

Baca Juga : https://xn--dlta88-3ua.com/review-warung-soto-kadipiro-soto-legendaris-jogja-yang-gurih-dan-bikin-kangen/

Kesimpulan

Nasi Opor Sunggingan Kudus adalah salah satu kuliner daerah yang menarik karena tetap membawa karakter makanan tradisional tanpa perlu dibuat ribet.

Perpaduan nasi hangat, ayam opor yang dipanggang, kuah gurih, tahu bercita rasa manis dan cabai menghasilkan rasa yang sederhana tapi punya identitas kuat.

Ditambah lagi ada pengalaman makan menggunakan suru dari daun pisang yang bikin kuliner satu ini makin berkesan.

Kalau sedang berada di Kudus dan bosan dengan menu yang itu-itu aja, cobain mampir ke Nasi Opor Sunggingan.

Siapa tahu niat awal cuma sarapan satu porsi, ujung-ujungnya manggil penjual:

“Pak, tambah satu lagi.” 😆

Publish by : DELTA88

Tinggalkan Balasan